Label

Jumat, 07 Oktober 2016

Laporan Biologi Fotosintesis


LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI
FOTOSINTESIS


Oleh :

Klompok 6 C

Ahmal Hanif                          23010116130174




PROGRAM STUDI S1 PETERNAKAN
JURUSAN PETERNAKAN
FAKULTAS PETERNAKAN DAN PERTANIAN
UNIVERSITAS DIPONEGO
SEMARANG
2016





BAB I
PENDAHULUAN
Fotosintesis adalah proses penyusunan senyawa organic menjadi senyawa anorganik yang teradi di kloroplas dengan bantuan sinar matahari dan klorofil. Fotosintesis merupakan salah satu bentuk anabolisme yaitu penyusunan senyawa kompleks dari senyawa sederhana. Fotosintesis sangat penting bagi manusia karena dalam reaksi fotosintesis menghasilkan gas oksigen yangsangat dibutuhkan manusia untuk bernfas, oleh karena itu sangat penting bagi mahasiswa untuk mempelajari proses fotosintesis.
Tujuan dilakukanya praktikum ini adalah untuk mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi proses fotositesis dan mengetahui adanya amilum dalam proses fotosintesis yang terjadi di daun. Manfaat dilaksanankanya prktikum yaitu dapat mengetahui factor yang berpengaruh dalam proses fotosintesis  dan mengetahui adanya amilum dalam daun.








BAB II
MATERI DAN METODE
Praktikum biologi dengan materi Fotosintesis dilaksanakan Kamis, 29 September 2016 pukul 15.00 - 17.00 WIB di Laboratorium Fisiologi dan Biokimia  Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Semarang.
2.1.      Materi
            Materi yang digunakan pada praktikum fotosintesis meliputi Daun Gamal (gliricidia sepium), aluminium foil, glass beker, kaki tiga, kawat kasa, lampu spirtus, penjeit kertas, alkohol 95 %, cawan petri, pipet tetes, pindet,  alat tulis, dan larutan JKJ.
2.2. Metode
            Metode yang digunakan dalam praktikum ini yaitu dengan cara memilih daun gamal (Gliricidia sepium) yang terkena sinar matahari langsung lalu itutup menggunakan alumunium foil dengan cara melipatkan alumunium foil pada kedua permukaan kemudian dijepit menggunakan penjepit kertas, setelah satu minggu daun yang telah ditutupi alumunium foil dilepas, kemudian rebus daun yang ditutup aluminium bersamaan dengan daun yang tidak ditutup menggunakan alumunium foil menggunakan alkohol 95 % hingga daun berubah warna menjadi putih atau klorofil larut semua, setelah itu kedua daun diambil dan diletakkan pada cawan petri, lalu ditetesi dengan JKJ hingga rata keseluruh permukaan daun, lalu kedua daun diamati perubahan warna yang terjadi pada daun yang ditutup alumunium foil dan yang tidak ditutup alumunium foil lalu catat hasilnya.

BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1       Fotosintesis
            Fotosintesis merupakan reaksi yang digunakan tumbuhan untuk menghasilkan makananya sendiri dari bahan anorganik menjadi bahan organik, Reaksi fotosintesis terjadi di dalam kloroplas, hal ini sesuai dengan pendapat Maniam dan Syulasmi, (2006) yang menyatakan bahwa fotosintesis terjadi dalam kloroplas dengan bantuan energi cahaya matahari foton dan berlansung dalam 2 tahap reaksi, yaitu reaksi terang dan reaksi gelap, adapun percobaan yang membuktikan fotosintesis adalah Percobaan Sach’s dengan daun yang ditutup dan terbuka,fotosintesis menghasilkan karbohidrat. Diperkuat dengan pendapat Setiowati dan Furqonita (2007) yang menyatakan bahwa  pada kloroplas terjadi transformasi energi, yaitu energi cahaya (foton) sebagai energi kinetik berubah menjadi energi kimia sebagai energi potensial berupa ikatan senyawa organik  pada glukosa. Diperkuat pendapat Fransisco (2000) menyatakan bahwa fungsi krolofil pada tanaman adalah menyerap energi dari sinar matahari untuk digunakan dalam proses fotosintetis yaitu suatu proses biokimia dimana tanaman mensintesis karbohidrat ( gula menjadi pati ), dari gas karbon dioksida dan air dengan bantuan sinar matahari.





3.2       Fotosintesis Daun Gamal (Gliricidia sepium)
  Hasil pengamatan pada praktikum acara pengenalan fotosintesis ditampilkan pada Ilustrasi 5. Data (sisi kiri) yang ditampilkan merupakan gambar daun yang ditutup dengan alumunium foil dan sebagai kontrol pembanding (sisi kanan) daun yang tidak ditutup alumunium foil dengan daun yang ditutup alumunium foil  sebagai data data control.


            Fotosintesis sangat bergantung dengan adanya sinar matahari, hal ini sesuai dengan pendapat Pertamawati (2010) menyatakan bahwa laju fotosintesis akan berjalan maksimum bila terdapat banyak cahaya, intensitas cahaya yang tinggi daunnya berwarna lebih hijau daripada eksplan yang ditumbuhkan dalam intensias cahaya yang rendah, selain itu daun eksplan yang ditumbuhkan dalam intensitas cahaya tinggi lebih berat daripada daun eksplan (bahan tanam) yang ditumbuhkan dalam intensitas cahaya rendah. Ai, Nio (2012) menyatakan bahwa energi cahaya diubah menjadi energi kimia oleh pigmen fotosintesis yang terdapat pada membran interna atau tilakoid. Pigmen fotosintesis yang utama ialah klorofil dan karotenoid. Klorofil a dan b menunjukkan absorpsi yang sangat kuat untuk panjang gelombang biru dan ungu, jingga dan merah (lembayung) dan menunjukkan absorpsi yang sangat kurang untuk panjang gelombang hijau dan kuning hijau.
            Dari hasil praktikum menunjukan bahwa daun yang terkena sinar matahari mengandung amilum sedangkan yang tertutup alumunium foil tidak mengandung amilum atau hanya mengandung sedikit amilum ini ditunjukan dengan warna daun yang di tutup alumunium foil warnanya tidak berubah ketika di beri larutan JKJ. Hal ini sesuai dengan pendapat Campbell (2002)menyatakan bahwa larutan JKJ merupakan suatu yang berfungsi sebagai indikator atau petunjuk untuk mengetehui adanya larutan amilum atau glukosa. Diperkuat oleh pendapat Recce (2002), menyatakan bahwa JKJ dapat bekerja apabila adanya kandungan zat amilum.











BAB IV

SIMPULAN
4.1       Kesimpulan
            Setelah melakukan praktikum biologi mengenai fotosintesis dapat di simpulkan bahwa cahaya matahari merupakan faktor yang mempengaruhi terjadinya proses fotosintesis. Jika daun tidak terkena sianar matahari maka proses fotosintesis tidak dapat berlangsung. Hal ini di buktikan dengan percobaan ketika daun yang ditutup alumunium foil dan yang tidak ditutup menununjukan hasil yang berbeda. Daun yang ditutup tidak mengandung amilum dan yang ditutup tidak mengandung amilum. Hal ini membuktikan bahwa pada daun yang tidak terkena sinar matahari tidak terjadi proses fotosintesis.

4.2       Saran
            Setelah melakukan praktikum acara fotosintesis ini, diharapkan pembaca dan penulis lebih memahami tentang faktor faktor yang berpengaruh dalam proses fotosintesis pada tumbuhan.




DAFTAR PUSTAKA
1.         Buku
Setiowati, T dan Furqonita, D. 2007. Biologi Interaktif Azka Press: Jakarta.
Maniam, Mbs dan Syukasmi, A. 2006. Persiapan Ujian Nasional Biologi. Grafindo Media Pratama: Bandung.
Campbell, N. A. 2002. Biologi Jilid 2. Erlangga: Jakarta.
2.         Jurnal
Pertamawati. 2010. Pengaruh fotosintesis terhadap Pertumbuhan tanaman kentang(solanum tuberosum l.) Dalam lingkungan Fotoautotrof secara invitro. Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia 12 (6)
Ai, Nio Song. 2012. Evolusi Fotosintesis Pada Tumbuhan. Jurnal Ilmiah Sains 12(1).
Fransisco. 2000. Prosedur standar untuk penentuan klorofil a dengan metode  spektroskopi 10 (3)
Recce. 2002. The effect and interaction of enhanced nitrogen deposition and reduced light on the growth of woodland ground flora 9 (2)

Sabtu, 01 Oktober 2016

Essai Peternakan Sapi Potong



Tugas Pengantar Ilmu Pertanian

Ternak potong adalah ternak yang dipelihara guna dimanfaatkan dagingnya untuk dikomsumsi oleh manusia. Dalam dunia peternakan yang dimaksud dengan ternak potong adalah ternak dari golongan ruminansia. Ternak potong yang umum di  Indonesia yaitu sapi, karena didasarkan pada ukuran dan daging yang dihasilkan dari sapi lebih banyak.
Program usaha ternak sapi skala rumahan terbukti membawa perubahan yang signifikan terutama bagi peternak. Program ternak rumah tangga yang ada di beberapa area telah marak digerakkan. Dengan cara konvensional, peternak sapi potong kelas rumahan itu mampu mengembangkan usahanya dengan keuntungan yang memadai.        
Sistem budi daya ternak sapi berskala rumah tangga ini sudah lama diterapkan di sejumlah kawasan, mulai dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan kawasan Indonesia Timur. Menurut pandangan pemerintah, penerapan sistem ini tak hanya mendorong laju pertumbuhan produksi sapi potong dalam negeri tapi juga memberi pendapatan hingga berlipat ganda kepada peternak kecil sebagai mata pencariannya.
Usaha ternak sapi potong kelas rumahan sangat ekonomis, baik dari sisi biaya pemeliharaan maupun biaya pembuatan kandang. Karena skalanya kecil, pembuatan kandangnya pun biasanya berbentuk tunggal. Meski demikian, untuk memeroleh kualitas sapi potong yang bagus, ukuran kandang usaha sapi potong rumah tangga tak jauh berbeda dengan ukuran kandang untuk pembudidayaan sapi komersiil dalam skala besar. Begitu pula untuk masalah pakan ternak dan proses pemeliharaan sapi potong.
Dalam tempo waktu enam bulan, peternak sapi potong kelas rumahan bisa memperoleh keuntungan sekitar Rp4 juta sampai Rp5 juta per satu ekor sapi potong. Padahal, dalam satu rumah tangga, sapi potong yang dibudidayakan rata-rata 2 hingga 3 ekor. Kalau harga bibit satu ekor antara Rp6 juta – Rp7 juta, sementara setelah dipelihara selama 6 bulan, harga sapi di pasaran meningkat antara Rp10 – Rp11 juta, keuntungan peternak bisa mencapai Rp4 juta – Rp5 juta per ekor. Laba ini pun bisa berlipat ganda saat hari raya keagamaan tiba.
Selain itu permintaan daging sapi di pasar saat ini baru mencapai sekitar 70 % dari total permintaan. Hal ini berarti bahwa kita memiliki peluang untuk ikut berpartisipasi aktif dalam mengembangakan usaha peternakan sapi potong ini.
Dengan demikian kita perlu mengembangkan usaha peternakan sapi potong, karena selain peluang usaha yang tebuka lebar, harga daging sapi di pasaran juga terbilang tinggi.